ya alloh muliakan sahabat2 Q pelihara lah iman dan taqwanya hiasi mereka dengan cahaya kebesaranmu wahai alloh smoga mereka dapat menjadikan GHADHAL BAHSYAR sebagai hiasannya ya alloh teguhkan hati mereka jangan engkau semaikan Keraguan dalam hatinya jangan lah engkau taburkan kegalauan dalam batinnya ya alloh berrrrrrr...
Jumat, 10 Januari 2014
andai saja elit pemerintah pergi kerja naik angkot
ANDAI ELIT PEMERINTAH BISA PERGI KERJA NAIK ANGKOT
5 Juni 2013 pukul 20:43
ANDAI ELIT PEMERINTAH PERGI KERJA NAIK ANGKOT!!!!!
Bismillahirrahmaanirraahiim
Apabila anda pernah berfikir, bagaimana ya jika para elit pemerintahan itu pulang dan pergi kerjanya naik angkot? berarti anda berfikir sesuatu yang sedang saya tulis disini.
50 tahun kurang lebih Indonesia di jajah dengan penyakit " K O R U P S I ", sejak zaman Bapak harto almarhum sampai sekarang masih ada dan mun...gkin bertambah.
Memang Indonesia sejak lama menjadi target untuk di hancurkan oleh sebuah organisasi bawah tanah. bahkan sebelum kemerdekaan pun Indonesia sudah di "PETA-kan" agar kelak di masa depan hancur, dan ? apa yang kita rasakan... betul betul indonesia skarang menjadi hancur kan? hancur dalam artian sistem pemerintahannya, ketata negaraannya, ekonominya dan lain sebagainya.
Bukti? bahwa Indonesia mulai dipetakan sebelum kemerdekaan ? nih..
Terdapat sebuah kemiripan pola dasar dan hubungan struktural antara disain depan burung garuda dan sisi belakang piramida iluminati (lambang Israel), anagram ini membentuk segi 6 atas 2 segitiga 1 ke atas dan 1 ke bawah jika di gabungkan membentuk bintang "david" yg merupakan identitas yahudi !!
Disain burung garuda siapakah yang di pilih Presiden Soekarno? disain burung garuda yang dipilih bung karno ketika itu adalah disain garuda milik Sultan Hamid II, dengan kemudian mengalami beberapa perbaikan. SUltan Hamid II ini pernah bersekolah di sekolah dasar belanda bahkan ia pernah disekolahkan di sekolah militer belanda di Breda. di tambah lagi ia keturunan dari Sultan Pontianak (Abdul Rachman) yaitu tercatat sbg anggota Freemason di Surabaya pada tahun 1994!
Masih ga percaya bahwa Indonesia sudah dipetakan sebelum penjajahan? bahkan kemerdekaan Indonesia pun sudah di rancang dalam sekenario dan berjalan dengan mulus hingga sekarang. ketika semua kalangan pelajar atau bahkan masyarakat di tanya tentang hari kemerdekaan Indonesia maka mereka akan menjawab ? tanggal 17 agustus 1945 !Ini yg perlu di kritisi, karena sebetul nya Indonesia merdeka pada tanggal 27 Desember 1949.
Mengapa tanggal 27 Desember 1949? karena Serah terima Kedaulatan oleh Ratu Beatrix kepada Moh.Hatta pada tanggal 27 Desember 1945 di Denhag "Belanda" merupakan tonggak awal dari terbentuknya NKRI secara FAKTA oleh SELURUH PENJURU DUNIA. sedangkan tanggal 17 Agustus 1945 yg saat ini di akui hari kemerdekaan sebetulnya hanyalah baru merupakan sebuah proklamasi dan belum direstui totally negara di dunia.
lalu kemudian kejadian 1963, berdirinya organisasi P2Freemason yang merencanakan mengrekrut tokoh" nasional dan internasional. sehingga terbentuklah di Indonesia Organisasi Opus Supermus. Pendiri Opus Supermus adalah Soegiharto SGM, Anti Soemardi, Suyono MK, dan menjadi sebuah pertanyaan besar, apakah Opus Supermus ini sebuah loji Freemason Indonesia yg di deklarasikan secara terang"an?
dan Opus Supermus ini menjanjikan akan mengupas kejahatan korupsi di Indonesia !
Maka tidak aneh jika keadaan Indonesia saat ini masih tidak stabil dalam segi apapun, karena memang Indonesia sudah menjadi targetan dari dulu untuk di hancurkan, dimana kita lihat banyak elit pemerintahan yang korupsi, bahkan sekarang beritanya Camat Lurah pun sudah ikut ikutan Korupsi.
sehari hari nya kita lihat mereka bekerja memakai mobil yang wah dengan pengawalan yang ketat, seenaknya meminggirkan pengendara lain dengan senjata sirine polisi sewaannya. padahal fasilitas yang mereka gunakan selama mereka menjabat adalah uang rakyat. sekarang kita lihat semua elit pemerintahan memakai tablet PC, ada ga sih pejabat yang make hp nokia 3303? hahahaha
Andaikan saja mereka merakyat, semisalnya mengadakan agenda rutin pergi bekerja bersama rakyat, mungkin akan lebih indah dipandang dan akan sangat di hormati, duduk bersandingan dengan tukang jamu, atau dengan anak SD, atau mungkin dengan penjual sayuran di pasar, ya dengan orang" yang kesehariannya pergi dengan naik angkot, di bandingkan harus eklusif memakai mobil seba hitam dan di kawal, yang ada rakyat melihat jadi takut.
dengan begitu efek sosiologis nya akan berdampak besar, dimana bisa berbagi senyuman dengan rakyat, shareing misalnya atau mengobrol seputar pengalaman, jangan sampai hal ini digunakan trik untuk KAMPANYE !! tapi jadikanlah hal ini sebagai langkah awal untuk memperbaiki citra pemerintahan yang buruk, ya minimal kerja naik angkot dulu lah sebelum bilang bahwa saya akan berlaku jujur dan menurunkan harga BBM.
andai saja elit pemerintah pergi kerja naik angkot
ANDAI ELIT PEMERINTAH BISA PERGI KERJA NAIK ANGKOT
5 Juni 2013 pukul 20:43
ANDAI ELIT PEMERINTAH PERGI KERJA NAIK ANGKOT!!!!!
Bismillahirrahmaanirraahiim
Apabila anda pernah berfikir, bagaimana ya jika para elit pemerintahan itu pulang dan pergi kerjanya naik angkot? berarti anda berfikir sesuatu yang sedang saya tulis disini.
50 tahun kurang lebih Indonesia di jajah dengan penyakit " K O R U P S I ", sejak zaman Bapak harto almarhum sampai sekarang masih ada dan mun...gkin bertambah.
Memang Indonesia sejak lama menjadi target untuk di hancurkan oleh sebuah organisasi bawah tanah. bahkan sebelum kemerdekaan pun Indonesia sudah di "PETA-kan" agar kelak di masa depan hancur, dan ? apa yang kita rasakan... betul betul indonesia skarang menjadi hancur kan? hancur dalam artian sistem pemerintahannya, ketata negaraannya, ekonominya dan lain sebagainya.
Bukti? bahwa Indonesia mulai dipetakan sebelum kemerdekaan ? nih..
Terdapat sebuah kemiripan pola dasar dan hubungan struktural antara disain depan burung garuda dan sisi belakang piramida iluminati (lambang Israel), anagram ini membentuk segi 6 atas 2 segitiga 1 ke atas dan 1 ke bawah jika di gabungkan membentuk bintang "david" yg merupakan identitas yahudi !!
Disain burung garuda siapakah yang di pilih Presiden Soekarno? disain burung garuda yang dipilih bung karno ketika itu adalah disain garuda milik Sultan Hamid II, dengan kemudian mengalami beberapa perbaikan. SUltan Hamid II ini pernah bersekolah di sekolah dasar belanda bahkan ia pernah disekolahkan di sekolah militer belanda di Breda. di tambah lagi ia keturunan dari Sultan Pontianak (Abdul Rachman) yaitu tercatat sbg anggota Freemason di Surabaya pada tahun 1994!
Masih ga percaya bahwa Indonesia sudah dipetakan sebelum penjajahan? bahkan kemerdekaan Indonesia pun sudah di rancang dalam sekenario dan berjalan dengan mulus hingga sekarang. ketika semua kalangan pelajar atau bahkan masyarakat di tanya tentang hari kemerdekaan Indonesia maka mereka akan menjawab ? tanggal 17 agustus 1945 !Ini yg perlu di kritisi, karena sebetul nya Indonesia merdeka pada tanggal 27 Desember 1949.
Mengapa tanggal 27 Desember 1949? karena Serah terima Kedaulatan oleh Ratu Beatrix kepada Moh.Hatta pada tanggal 27 Desember 1945 di Denhag "Belanda" merupakan tonggak awal dari terbentuknya NKRI secara FAKTA oleh SELURUH PENJURU DUNIA. sedangkan tanggal 17 Agustus 1945 yg saat ini di akui hari kemerdekaan sebetulnya hanyalah baru merupakan sebuah proklamasi dan belum direstui totally negara di dunia.
lalu kemudian kejadian 1963, berdirinya organisasi P2Freemason yang merencanakan mengrekrut tokoh" nasional dan internasional. sehingga terbentuklah di Indonesia Organisasi Opus Supermus. Pendiri Opus Supermus adalah Soegiharto SGM, Anti Soemardi, Suyono MK, dan menjadi sebuah pertanyaan besar, apakah Opus Supermus ini sebuah loji Freemason Indonesia yg di deklarasikan secara terang"an?
dan Opus Supermus ini menjanjikan akan mengupas kejahatan korupsi di Indonesia !
Maka tidak aneh jika keadaan Indonesia saat ini masih tidak stabil dalam segi apapun, karena memang Indonesia sudah menjadi targetan dari dulu untuk di hancurkan, dimana kita lihat banyak elit pemerintahan yang korupsi, bahkan sekarang beritanya Camat Lurah pun sudah ikut ikutan Korupsi.
sehari hari nya kita lihat mereka bekerja memakai mobil yang wah dengan pengawalan yang ketat, seenaknya meminggirkan pengendara lain dengan senjata sirine polisi sewaannya. padahal fasilitas yang mereka gunakan selama mereka menjabat adalah uang rakyat. sekarang kita lihat semua elit pemerintahan memakai tablet PC, ada ga sih pejabat yang make hp nokia 3303? hahahaha
Andaikan saja mereka merakyat, semisalnya mengadakan agenda rutin pergi bekerja bersama rakyat, mungkin akan lebih indah dipandang dan akan sangat di hormati, duduk bersandingan dengan tukang jamu, atau dengan anak SD, atau mungkin dengan penjual sayuran di pasar, ya dengan orang" yang kesehariannya pergi dengan naik angkot, di bandingkan harus eklusif memakai mobil seba hitam dan di kawal, yang ada rakyat melihat jadi takut.
dengan begitu efek sosiologis nya akan berdampak besar, dimana bisa berbagi senyuman dengan rakyat, shareing misalnya atau mengobrol seputar pengalaman, jangan sampai hal ini digunakan trik untuk KAMPANYE !! tapi jadikanlah hal ini sebagai langkah awal untuk memperbaiki citra pemerintahan yang buruk, ya minimal kerja naik angkot dulu lah sebelum bilang bahwa saya akan berlaku jujur dan menurunkan harga BBM.
Jumat, 27 Desember 2013
mungkin...!!!!!
Mungkin, yang pergi dengan kenangan indah itu CINTA
Namun yang datang dengan komitmen itu JODOH
Mungkin, yang menggelisahkan hati itu BERHARAP
Namun yang menentramkan hati itu YAKIN
Mungkin, yang tak bisa dilupakan itu MASA LALU
Namun yang bisa kita ubah itu HARI INI
Mungkin, yang menyesakkan dada itu CEMBURU
Namun yang melegakan dada itu IKHLAS
Memang berat untuk melupakan dirinya,
yang pernah memberikan warna dalam hidup
yang pernah memercikkan noktah cinta dalam hati
Namun, waktu yang akan menjawab..
Siapa belahan jiwa sebenarnya yang Dia anugerahkan
Untuk menjadi tempat yang halal untuk menambatkan hati juga
mengekspresikan segala warna cinta.
Semua akan indah pada waktunya,
PILIH BANGUN CINTA ATAU JATUH CINTA?
PILIH BANGUN CINTA ATAU JATUH CINTA?
Bangun cinta itu tentang keyakinan akan takdirNya
Tentang kesungguhan untuk menggenapkan separuh agama
Tentang kemuliaan niat, lebih tinggi dari sekedar menyalurkan syahwat
Maka, saat seorang lelaki siap membangun cinta
Ia bukan hanya mencari wanita yang cocok dijadikan istri
Namun juga wanita yang siap jadi ibu peradaban
Maka, saat seorang wanita siap membangun cinta
yang ia pilih bukan lelaki yang mengatakan "Aku ingin jadi pacar setiamu!"
Tapi lelaki yang mengatakan, "Kuingin menapaki surga bersamamu!"
Bukan lelaki yang hanya pandai berjanji palsu
Tapi dia yang siap berjuang bersamamu
Bukan lelaki yang hanya ingin menikmati tubuhmu
Tapi juga lelaki yang ingin tumbuh besar denganmu
Saat membangun cinta,
yang dicari bukan hanya kesamaan hobi
Tapi tentang kesamaan persepsi dan visi
Maka,
Komitmen keimanan jadi standar pilihan
Kualitas ibadah jadi pertimbangan melangkah
Akhlak mulia memperkokoh keyakinan jiwa
Bukan seperti mereka yang menikah karena jatuh cinta
Atau yang terlanjur masuk ke lembah nista
Lalu terpaksa menikah karena sudah ternoda
Akhirnya tiada cinta, yang datang hanyalah derita
JADI, PILIH JATUH CINTA ATAU BANGUN CINTA?
PILIH BANGUN CINTA ATAU JATUH CINTA?
PILIH BANGUN CINTA ATAU JATUH CINTA?
Bangun cinta itu tentang keyakinan akan takdirNya
Tentang kesungguhan untuk menggenapkan separuh agama
Tentang kemuliaan niat, lebih tinggi dari sekedar menyalurkan syahwat
Maka, saat seorang lelaki siap membangun cinta
Ia bukan hanya mencari wanita yang cocok dijadikan istri
Namun juga wanita yang siap jadi ibu peradaban
Maka, saat seorang wanita siap membangun cinta
yang ia pilih bukan lelaki yang mengatakan "Aku ingin jadi pacar setiamu!"
Tapi lelaki yang mengatakan, "Kuingin menapaki surga bersamamu!"
Bukan lelaki yang hanya pandai berjanji palsu
Tapi dia yang siap berjuang bersamamu
Bukan lelaki yang hanya ingin menikmati tubuhmu
Tapi juga lelaki yang ingin tumbuh besar denganmu
Saat membangun cinta,
yang dicari bukan hanya kesamaan hobi
Tapi tentang kesamaan persepsi dan visi
Maka,
Komitmen keimanan jadi standar pilihan
Kualitas ibadah jadi pertimbangan melangkah
Akhlak mulia memperkokoh keyakinan jiwa
Bukan seperti mereka yang menikah karena jatuh cinta
Atau yang terlanjur masuk ke lembah nista
Lalu terpaksa menikah karena sudah ternoda
Akhirnya tiada cinta, yang datang hanyalah derita
JADI, PILIH JATUH CINTA ATAU BANGUN CINTA?
move on
MOVE ON
Sungguh aneh,
Ada wanita yang tetap bertahan mencintai sosok lelaki
Yang tampilannya urakan, subuhnya kesiangan, kuliahnya keteteran, sukanya berduaan dan hanya memberikan harapan.
Lalu tetap bertahan dan berharap ia akan berubah
dan bisa mencintaimu seutuhnya.
Kenapa tidak memilih untuk segera move on
dan mengharapkan yang lebih baik
dengan membaikkan kualitas pribadi
Sebaik-baik kualitas diri
Lelaki idaman itu
Sikapnya baik, bicaranya yang baik-baik
bergaul di tempat yang baik
dan mendapatkan yang baik
So, kenapa masih ada di tempat yang salah?
MOVE ON!
ukhti kemana jillbabmu
. Ukhty.. Kemana Jilbabmu..??
Selama ini masih banyak kita dengarkalimat ini : ''Buat apa berjilbab klo pacaran..?"
Berjilbab sekarang hanya sebagaikedok. Buat apa berjilbab kalau akhlaknya rusak..?
Yang penting jilbabpin dulu hati,jilbab kepala gak penting, buat apa.??
...
Ukhty.. bener gak kamu pernahberkata seperti itu..?? Jujurlah pada hatimu..¡¡ Ayo kita katakan : STOP !!!
Hentikan..!!
Paling tidak dengan berjilbab makasalah satu kwajiban sebagai hamba Allah telah terlaksana. Yang lain-lainmengenai akhlak, ibadah, status.. itu urusan individu dengan Allah kelak diakhirat, tapi bukan untuk saling melempar kekurangan.
Tanyalah pria paling bejat skalipun,bila ia di minta memilih wanita sebagai istrinya : antara wanita yang taat,auratnya tertutup, atau wanita gaul, cantik, dan gemar busana sexi..??
Pria itu akan memilih wanita yangtaat dan auratnya terjaga. Karena (maaf) sebejat-bejatnya pria, ia pastimerindukan wanita baik-baik.
Percayalah...
Kecantikanmu takkan pudar hanya karena jilbab yang berkibar,
keseksian tubuhmu takkan surut hanya karena berjilbab panjang, kemulusan dankeputihan kulitmu akan lebih terjaga dengan jilbab.
Dan cinta seorang hamba sholehkepadamu takkan mungkin terhalang hanya karena jilbab lebar dan baju panjangmu.
Karena saat cinta berlabuh, disanalah Allah berperan...!
Rabu, 28 Agustus 2013
Kau belum pernah hadir dalam sketsa mimpiku
Namun kau sudah tercatat sebagai belahan jiwaku
jauh sebelum kita terlahir ke dunia
Aku tak mengenalmu
Begitu juga kau yang belum tentu mengenalku
Namun aku percaya, kau titipan Tuhan untukku.
Kelebihanmu, mendecak kekaguman dalam hati
memaksaku tuk melafadzkan tahmid cinta
kekuranganmu, cermin bagiku
yang membuatku sadar, kita hanyalah manusia biasa
yang punya salah dan alpa
Aku tak memilihmu, namun Allah yang pilihkan dirimu untukku
Maka, mari kita sinergikan potensi, lejitkan semangat
dan ciptakan karya-karya bersama
Hingga saatnya kelak..
Lahirkan generasi robbani yang cinta Al-Quran
kita berjuang tuk membina generasi pembaharu
yang nafasnya dzikir, lafadznya quran, akhlaqnya Rasulullah
tidurnya ibadah, hidupnya ma'rifat, matinya syahid
Jumat, 02 Agustus 2013
nusantara
Hamparan sejarah tersusun tanpa kata
Pada patriot yang gugur tak sempat kutitipkan doa
Sajak nasionalisme terkikis di tiap sudut kota
Riuhnya hanya sebatas suka
Wajah-wajah miris, menangis tragis
Mencari warna emas di pelosok negeri, kami pun berderai lagi
Saatku dulu, bumiku terhampar padi yang sekuning itu
Saatmu kini, terpapar gedung tinggi mencengkeram bumi
Nusantara telah berganti
Wajahnya tak sepolos zamanku tempo itu, memang telah
terpoles sebuah reformasi
Entah seperti apa pun topeng potretmu, Negeriku
Akan berubah mengikuti lajunya sang waktu
Tetap saja Indonesia adalah seluas Nusantara
Negara kepulauan yang termahsyur namanya
Belahan bumi tersempurna yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita
Dengan segala keragaman
Menyatu dalam perbedaan
Bersama menjalin indahnya kebinekaan
negiri INDONESIA
Suara langit tak pernah menepi, apalagi pergi
Langkah kami anak negeri, juga tak pernah berhenti
Kuasa tanpa asa bukanlah tersemat di tiap sanubari
Hanya asa, kuasa yang ditopang sebuah harapan pada Bumi Pertiwi
Titik-titik jejak bukannya beriring saat mentari pagi
Bumi saksi kerasnya liku jalan kami, bahkan saat sang bulan kian meninggi
Kapan bisa kurengkuh kebenaran, biar bisa mengabdi sepenuh hati?
Menulis kisah tanpa guratan hitam korupsi
Cinta kami seputih gumpalan pelangi
Namun berbaur kotornya gradasi politik ini
Suara-suara lantang datang menguji
Perut-perut lapar tak ada yang peduli
Tanah Air beta, rintihan anak negeri tersamarkan lagi
Betapa cinta tunas-tunas bangsa lahir pada kami
Semangat berapi-api berjuang dengan usaha sediri
Belajar, alasan yang terus memotivasi
Esok nanti, kamilah yang mengubah sejarah kisah Ibu Pertiwi
Tangan kurus putra-putri dari seluruh penjuru negeri
Bersatu merangkul ilmu, untukmu, Indonesia yang kami cintai
Percayalah, bakti jiwa raga kami tetap: padamu, Negeri!
Rabu, 27 Maret 2013
letak hubungan kita
“Kualitas hubungan kita dengan orang lain hanya dapat seberkualitas diri kita. Maka pereloklah diri kita sendiri”
Hari ini saya mendapat pelajaran baru. Untuk membawa orang lain menjadi sebernilai yang kita inginkan maka syarat utama yang harus tak lepas dari kita adalah setidaknya kita berada pada tahap nilai yang kita inginkan tersebut. Untuk menjadikan seseorang bisa bersepeda umpamanya maka yang harus kita miliki adalah keahlian mengayuh untuk bersepeda tanpa terjatuh.
Karena kita tidak bisa memberikan apa yang tidak kita miliki.
Pun masalah kenyamanan. Kita tidak bisa nyaman berhubungan dengan orang lain sebelum kita nyaman dengan diri kita sendiri. Maka kuncinya, perloklah, perindahlah, dandanilah segenap akhlak dan kepribadian anda hingga menjadi pribadi yang menawan. Karena hanya dengan itu anda dapat menjadikan orang yang dahulu redup menjadi benderang, yang dahulu serendah pijakan hingga dapat menyeruak ke lelangit.
Karena kita hanya dapat memberikan yang terbaik kepada orang lain setelah kita dapat mengorbankan hal yang terbaik juga untuk kita sendiri. Jika yang terbaik yang ada pada diri kita tidak lebih baik dari apa yang dimiliki orang lain maka akan sukar untuk membawa orang lain itu untuk lebih dari keadaannya saat ini.
Dari sini saya belajar, dari sini kita belajar. Bahwa isilah diri kita lebih dahulu dengan sebanyak-banyaknya kebaikan adalah hal yang utama. Isilah dengan ilmu, keshalihan, amal dan pelbagai hal indah lainnya. Karena apa yang kita berikan kepada orang lain bergantung dengan apa yang kita miliki. Apabila diri kita hanya berisi lelimbah, maka siaplah untuk hanya menjadikan orang lain menjadi semakin berbau busuk, semakin bacin dan menggelisahkan. Namun sebaliknnya ketika dalam diri dan jiwa kita telah riuh dengan aneka kebaikan-kebaikan dan hikmah. Maka tunggulah semerbak wangi orang-orang di sekitar anda atas haruman yang telah anda sebar kepada mereka.
letak hubungan kita
“Kualitas hubungan kita dengan orang lain hanya dapat seberkualitas diri kita. Maka pereloklah diri kita sendiri”
Hari ini saya mendapat pelajaran baru. Untuk membawa orang lain menjadi sebernilai yang kita inginkan maka syarat utama yang harus tak lepas dari kita adalah setidaknya kita berada pada tahap nilai yang kita inginkan tersebut. Untuk menjadikan seseorang bisa bersepeda umpamanya maka yang harus kita miliki adalah keahlian mengayuh untuk bersepeda tanpa terjatuh.
Karena kita tidak bisa memberikan apa yang tidak kita miliki.
Pun masalah kenyamanan. Kita tidak bisa nyaman berhubungan dengan orang lain sebelum kita nyaman dengan diri kita sendiri. Maka kuncinya, perloklah, perindahlah, dandanilah segenap akhlak dan kepribadian anda hingga menjadi pribadi yang menawan. Karena hanya dengan itu anda dapat menjadikan orang yang dahulu redup menjadi benderang, yang dahulu serendah pijakan hingga dapat menyeruak ke lelangit.
Karena kita hanya dapat memberikan yang terbaik kepada orang lain setelah kita dapat mengorbankan hal yang terbaik juga untuk kita sendiri. Jika yang terbaik yang ada pada diri kita tidak lebih baik dari apa yang dimiliki orang lain maka akan sukar untuk membawa orang lain itu untuk lebih dari keadaannya saat ini.
Dari sini saya belajar, dari sini kita belajar. Bahwa isilah diri kita lebih dahulu dengan sebanyak-banyaknya kebaikan adalah hal yang utama. Isilah dengan ilmu, keshalihan, amal dan pelbagai hal indah lainnya. Karena apa yang kita berikan kepada orang lain bergantung dengan apa yang kita miliki. Apabila diri kita hanya berisi lelimbah, maka siaplah untuk hanya menjadikan orang lain menjadi semakin berbau busuk, semakin bacin dan menggelisahkan. Namun sebaliknnya ketika dalam diri dan jiwa kita telah riuh dengan aneka kebaikan-kebaikan dan hikmah. Maka tunggulah semerbak wangi orang-orang di sekitar anda atas haruman yang telah anda sebar kepada mereka.
letak hubungan kita
“Kualitas hubungan kita dengan orang lain hanya dapat seberkualitas diri kita. Maka pereloklah diri kita sendiri”
Hari ini saya mendapat pelajaran baru. Untuk membawa orang lain menjadi sebernilai yang kita inginkan maka syarat utama yang harus tak lepas dari kita adalah setidaknya kita berada pada tahap nilai yang kita inginkan tersebut. Untuk menjadikan seseorang bisa bersepeda umpamanya maka yang harus kita miliki adalah keahlian mengayuh untuk bersepeda tanpa terjatuh.
Karena kita tidak bisa memberikan apa yang tidak kita miliki.
Pun masalah kenyamanan. Kita tidak bisa nyaman berhubungan dengan orang lain sebelum kita nyaman dengan diri kita sendiri. Maka kuncinya, perloklah, perindahlah, dandanilah segenap akhlak dan kepribadian anda hingga menjadi pribadi yang menawan. Karena hanya dengan itu anda dapat menjadikan orang yang dahulu redup menjadi benderang, yang dahulu serendah pijakan hingga dapat menyeruak ke lelangit.
Karena kita hanya dapat memberikan yang terbaik kepada orang lain setelah kita dapat mengorbankan hal yang terbaik juga untuk kita sendiri. Jika yang terbaik yang ada pada diri kita tidak lebih baik dari apa yang dimiliki orang lain maka akan sukar untuk membawa orang lain itu untuk lebih dari keadaannya saat ini.
Dari sini saya belajar, dari sini kita belajar. Bahwa isilah diri kita lebih dahulu dengan sebanyak-banyaknya kebaikan adalah hal yang utama. Isilah dengan ilmu, keshalihan, amal dan pelbagai hal indah lainnya. Karena apa yang kita berikan kepada orang lain bergantung dengan apa yang kita miliki. Apabila diri kita hanya berisi lelimbah, maka siaplah untuk hanya menjadikan orang lain menjadi semakin berbau busuk, semakin bacin dan menggelisahkan. Namun sebaliknnya ketika dalam diri dan jiwa kita telah riuh dengan aneka kebaikan-kebaikan dan hikmah. Maka tunggulah semerbak wangi orang-orang di sekitar anda atas haruman yang telah anda sebar kepada mereka.
pekerjaan orang hebat
Jangan memupus ambisi orang. Karena itu pekerjaan orang kecil. Maka pekerjaan orang hebat adalah berusaha membuat orang-orang sehebat dirinya.
Kali ini saya harus menyebut dua orang saudara; Shahdan dan Garry. Saya senang dengan mereka berdua dan insya Allah dapat mencintai mereka berdua. Alasannya sederhana. Mereka yang paling kuat berambisi dan yang paling sukar letih dalam berikhtiar. Karena seseorang yang bersungguh-sungguh adalah lebih baik dari orang yang lain.
Memiliki sahabat yang bermimpi itu mengasyikan. Dan puncaknya ketika masing-masing capaian mereka siap dituai. Menjadi orang yang memiliki keinginan untuk memperoleh tempat yang terbaik di hadapan Allah itu sungguh menyenangkan. Karena tiap-tiap sela waktu kita diisi dengan usaha pencapaian yang berpahala. Setiap tarik dan hembusan napas kita dimanifestasikan dalam hal yang bermanfaat. Dan saya mendapati cita-cita mereka berdua seperti demikian. Laksana bibit berjuta pahala. Maka saya akan sangat senang apabila terlibat dalam pencapaiannya.
Setiap orang memiliki cita, tiap cita harus diselimuti dengan usaha, tiap usaha mendapat rintangan, tiap rintangan adalah anak tangga, dan tiap anak tangga berujung pencapaian. Setiap yang berambisi menghadapi pelbagai kesulitan. Dan tugas kita di sini cukup mudah. Jangan menjadi hambatan bagi cita orang lain. Jangan pernah menjadi pemusnah impian, pemupus harapan. Karena keberadaan kita di sini untuk membangun, bukan meruntuhkan. Untuk ikut berbahagia saat sang sahabat bersorak senang atas pencapaiannya.
Dan kerap ada waktu yang paling menggoda untuk menggoyah cita sahabat dengan lisan kita. Ketika kita memilih berkata “air di tempat ini sangat dingin” bukan “di tempat ini airnya menyejukkan” saat sahabat kita sedang bersemangat untuk berdiri tahajjud di malam hari. Ketika kita membuncahkan segala pengetahuan kita tentang pantangan-pantangan cita seseorang. Saat perkataan sombong kita hanya membuat nyali seseorang ciut. Saat pengalaman pahit kita menjadikan cita orang lain menjadi ancai. Membuat orang menjadi takut. Dan tidak ada alasan bagi kita untuk mengkritik impian orang lain sekalipun bagi kita adalah hal yang musykil.
Dan janganlah cemburu dengan pencapaian orang lain. Banyak ditemukan kebiasaan buruk orang yang gagal mencapai cita adalah menanggalkan impian orang lain yang bercita sama. Kesombongan membuat orang tidak ingin melihat orang lain lebih baik. Ketika sahabat berhasil menunaikan shaum setiap senin dan kamis, yang ia lakukan bukan menyamai dan membersamai amalannya. Tetapi ia bersipayah menggoda agar orang lain bisa seburuk dirinya. Ia tidak suka dengan orang lain yang sedang konsisten mengejar cita agung dengan amal shalih. Karena mereka ingin menjadi yang paling tinggi, dengan menjatuhkan orang lain ke tempat yang lebih rendah.
Maka pekerjaan kita bukan seperti orang kecil di atas. Kegelisahan kita tidak tampak ketika orang lain sedang bergembira. Tetapi kita bersama dengan mimpi dan harap mereka. Kita ikut bahagia ketika sang sahabat berhasil shalat di masjid lima waktu. Kita ikut bahagia ketika hati orang lain menggelora. Karena letak kebaikan kita di situ. Letak kebaikan kita berada saat membuat orang lain lebih baik dari kita.
Dan kunjungilah mimpi-mimpi mereka dengan berkala. Karena boleh jadi satu waktu ikhtiar mereka melemah. Amalan mereka banyak meredup. Dan tugas kita datang sebagai api. Membarakan kembali.
pekerjaan orang hebat
Jangan memupus ambisi orang. Karena itu pekerjaan orang kecil. Maka pekerjaan orang hebat adalah berusaha membuat orang-orang sehebat dirinya.
Kali ini saya harus menyebut dua orang saudara; Shahdan dan Garry. Saya senang dengan mereka berdua dan insya Allah dapat mencintai mereka berdua. Alasannya sederhana. Mereka yang paling kuat berambisi dan yang paling sukar letih dalam berikhtiar. Karena seseorang yang bersungguh-sungguh adalah lebih baik dari orang yang lain.
Memiliki sahabat yang bermimpi itu mengasyikan. Dan puncaknya ketika masing-masing capaian mereka siap dituai. Menjadi orang yang memiliki keinginan untuk memperoleh tempat yang terbaik di hadapan Allah itu sungguh menyenangkan. Karena tiap-tiap sela waktu kita diisi dengan usaha pencapaian yang berpahala. Setiap tarik dan hembusan napas kita dimanifestasikan dalam hal yang bermanfaat. Dan saya mendapati cita-cita mereka berdua seperti demikian. Laksana bibit berjuta pahala. Maka saya akan sangat senang apabila terlibat dalam pencapaiannya.
Setiap orang memiliki cita, tiap cita harus diselimuti dengan usaha, tiap usaha mendapat rintangan, tiap rintangan adalah anak tangga, dan tiap anak tangga berujung pencapaian. Setiap yang berambisi menghadapi pelbagai kesulitan. Dan tugas kita di sini cukup mudah. Jangan menjadi hambatan bagi cita orang lain. Jangan pernah menjadi pemusnah impian, pemupus harapan. Karena keberadaan kita di sini untuk membangun, bukan meruntuhkan. Untuk ikut berbahagia saat sang sahabat bersorak senang atas pencapaiannya.
Dan kerap ada waktu yang paling menggoda untuk menggoyah cita sahabat dengan lisan kita. Ketika kita memilih berkata “air di tempat ini sangat dingin” bukan “di tempat ini airnya menyejukkan” saat sahabat kita sedang bersemangat untuk berdiri tahajjud di malam hari. Ketika kita membuncahkan segala pengetahuan kita tentang pantangan-pantangan cita seseorang. Saat perkataan sombong kita hanya membuat nyali seseorang ciut. Saat pengalaman pahit kita menjadikan cita orang lain menjadi ancai. Membuat orang menjadi takut. Dan tidak ada alasan bagi kita untuk mengkritik impian orang lain sekalipun bagi kita adalah hal yang musykil.
Dan janganlah cemburu dengan pencapaian orang lain. Banyak ditemukan kebiasaan buruk orang yang gagal mencapai cita adalah menanggalkan impian orang lain yang bercita sama. Kesombongan membuat orang tidak ingin melihat orang lain lebih baik. Ketika sahabat berhasil menunaikan shaum setiap senin dan kamis, yang ia lakukan bukan menyamai dan membersamai amalannya. Tetapi ia bersipayah menggoda agar orang lain bisa seburuk dirinya. Ia tidak suka dengan orang lain yang sedang konsisten mengejar cita agung dengan amal shalih. Karena mereka ingin menjadi yang paling tinggi, dengan menjatuhkan orang lain ke tempat yang lebih rendah.
Maka pekerjaan kita bukan seperti orang kecil di atas. Kegelisahan kita tidak tampak ketika orang lain sedang bergembira. Tetapi kita bersama dengan mimpi dan harap mereka. Kita ikut bahagia ketika sang sahabat berhasil shalat di masjid lima waktu. Kita ikut bahagia ketika hati orang lain menggelora. Karena letak kebaikan kita di situ. Letak kebaikan kita berada saat membuat orang lain lebih baik dari kita.
Dan kunjungilah mimpi-mimpi mereka dengan berkala. Karena boleh jadi satu waktu ikhtiar mereka melemah. Amalan mereka banyak meredup. Dan tugas kita datang sebagai api. Membarakan kembali.
membalas air tuba dengan air susu
Tugas kita, membalas air tuba dengan air susu
Perselisihan akan sulit untuk usai ketika kita berada dalam pihak yang benar. Mengapa? Karena dalam posisi yang ini, mengalah menjadi hal yang berat. Meminta maaf tanpa memiliki kesalahan menjadikan diri kita risau. Berpikir bahwa harga diri akan merosot terambau kala mengalah tanpa salah membuat hati kita melayang angkuh. Menjadikan perselisihan semakin berumur.
Tetapi di sinilah seharusnya seorang muslim bertaji. Menunjukkan diri yang memang layak menahan gelombang nafsu. Untuk tidak angkuh, untuk tidak sombong, untuk tidak meninggi di hadapan sang asor yang kalah. Karena seribu bukti yang menyatakan kesalahan si pecundang takkan berdaya apa. Takkan menyelesaikan perselisihan yang timpang. Hanya akan menyembilu hati dan menghasilkan luka abadi dan cena. Karena seribu bukti yang memenangkan kita takkan menjadikan tali persaudaraan terikat erat. Menuntaskan perselisihan dengan cara yang kasar. Terlihat lembut namun tetap terasa kasar, seperti cual. Hanya menjadikan kita seperti mengawang padahal menginjak rendah orang lain.
Maka iman seorang muslim hadir di sini untuk melawan gejolak nafsu yang bergas. Karena ia yang berdaya untuk mengalah dalam kemenangan. Karena ia yang sanggup meminta maaf saat tidak mengemban cela. Karena ia yang berani menunduk rengkuh di depan orang salah yang meninggi. Karena orang beriman yang berdaya. Untuk tidak menyidang salah dengan seribu bukti nyata dan memilih menyungging senyum mengambau rendah. Karena ia yakin jalan inilah yang menyelesaikan pertikaian dengan cara yang elok. Yang bukan hanya menuntaskan pertikaian bahkan membangun peradaban cinta di kedua hati.
Dan bagi seorang muslim cela orang menjadi kesempatan. Dosa seseorang menjadi tanaman gagah berbuah aneka pahala. Karena ia bisa menuai pahala sebanyak-banyaknya. Ia bisa memohonkan ampunan untuk orang yang lallim padanya. Ia bisa meminta maaf atau menawarkannya. Ia berdaya untuk membuat hati yang gelisah bersalah menjadi mendekat hangat. Karena seorang muslim memiliki senjata andalan; iman. Dengannya gejolak nafsu untuk meninggi mengerdil. Dengannya rasa ujub menjadi sirna ancai.
Lebih dari itu mengalah memberikan akibat yang lebih indah. Membalas satu kesalahan orang dengan dua kebaikan berdampak istimewa. Menjadikan dua hati yang membenci jadi mencinta. Menjadikan dua batin yang berseteru gelisah menjadi indah terikat ukhuwah.
"Sambunglah orang yang memutuskanmu, berilah makan orang yang bakhil terhadapmu, dan berilah maaf orang yang berbuat zhalim terhadapmu." (Al-Hadits)
membalas air tuba dengan air susu
Tugas kita, membalas air tuba dengan air susu
Perselisihan akan sulit untuk usai ketika kita berada dalam pihak yang benar. Mengapa? Karena dalam posisi yang ini, mengalah menjadi hal yang berat. Meminta maaf tanpa memiliki kesalahan menjadikan diri kita risau. Berpikir bahwa harga diri akan merosot terambau kala mengalah tanpa salah membuat hati kita melayang angkuh. Menjadikan perselisihan semakin berumur.
Tetapi di sinilah seharusnya seorang muslim bertaji. Menunjukkan diri yang memang layak menahan gelombang nafsu. Untuk tidak angkuh, untuk tidak sombong, untuk tidak meninggi di hadapan sang asor yang kalah. Karena seribu bukti yang menyatakan kesalahan si pecundang takkan berdaya apa. Takkan menyelesaikan perselisihan yang timpang. Hanya akan menyembilu hati dan menghasilkan luka abadi dan cena. Karena seribu bukti yang memenangkan kita takkan menjadikan tali persaudaraan terikat erat. Menuntaskan perselisihan dengan cara yang kasar. Terlihat lembut namun tetap terasa kasar, seperti cual. Hanya menjadikan kita seperti mengawang padahal menginjak rendah orang lain.
Maka iman seorang muslim hadir di sini untuk melawan gejolak nafsu yang bergas. Karena ia yang berdaya untuk mengalah dalam kemenangan. Karena ia yang sanggup meminta maaf saat tidak mengemban cela. Karena ia yang berani menunduk rengkuh di depan orang salah yang meninggi. Karena orang beriman yang berdaya. Untuk tidak menyidang salah dengan seribu bukti nyata dan memilih menyungging senyum mengambau rendah. Karena ia yakin jalan inilah yang menyelesaikan pertikaian dengan cara yang elok. Yang bukan hanya menuntaskan pertikaian bahkan membangun peradaban cinta di kedua hati.
Dan bagi seorang muslim cela orang menjadi kesempatan. Dosa seseorang menjadi tanaman gagah berbuah aneka pahala. Karena ia bisa menuai pahala sebanyak-banyaknya. Ia bisa memohonkan ampunan untuk orang yang lallim padanya. Ia bisa meminta maaf atau menawarkannya. Ia berdaya untuk membuat hati yang gelisah bersalah menjadi mendekat hangat. Karena seorang muslim memiliki senjata andalan; iman. Dengannya gejolak nafsu untuk meninggi mengerdil. Dengannya rasa ujub menjadi sirna ancai.
Lebih dari itu mengalah memberikan akibat yang lebih indah. Membalas satu kesalahan orang dengan dua kebaikan berdampak istimewa. Menjadikan dua hati yang membenci jadi mencinta. Menjadikan dua batin yang berseteru gelisah menjadi indah terikat ukhuwah.
"Sambunglah orang yang memutuskanmu, berilah makan orang yang bakhil terhadapmu, dan berilah maaf orang yang berbuat zhalim terhadapmu." (Al-Hadits)
membalas air tuba dengan air susu
Tugas kita, membalas air tuba dengan air susu
Perselisihan akan sulit untuk usai ketika kita berada dalam pihak yang benar. Mengapa? Karena dalam posisi yang ini, mengalah menjadi hal yang berat. Meminta maaf tanpa memiliki kesalahan menjadikan diri kita risau. Berpikir bahwa harga diri akan merosot terambau kala mengalah tanpa salah membuat hati kita melayang angkuh. Menjadikan perselisihan semakin berumur.
Tetapi di sinilah seharusnya seorang muslim bertaji. Menunjukkan diri yang memang layak menahan gelombang nafsu. Untuk tidak angkuh, untuk tidak sombong, untuk tidak meninggi di hadapan sang asor yang kalah. Karena seribu bukti yang menyatakan kesalahan si pecundang takkan berdaya apa. Takkan menyelesaikan perselisihan yang timpang. Hanya akan menyembilu hati dan menghasilkan luka abadi dan cena. Karena seribu bukti yang memenangkan kita takkan menjadikan tali persaudaraan terikat erat. Menuntaskan perselisihan dengan cara yang kasar. Terlihat lembut namun tetap terasa kasar, seperti cual. Hanya menjadikan kita seperti mengawang padahal menginjak rendah orang lain.
Maka iman seorang muslim hadir di sini untuk melawan gejolak nafsu yang bergas. Karena ia yang berdaya untuk mengalah dalam kemenangan. Karena ia yang sanggup meminta maaf saat tidak mengemban cela. Karena ia yang berani menunduk rengkuh di depan orang salah yang meninggi. Karena orang beriman yang berdaya. Untuk tidak menyidang salah dengan seribu bukti nyata dan memilih menyungging senyum mengambau rendah. Karena ia yakin jalan inilah yang menyelesaikan pertikaian dengan cara yang elok. Yang bukan hanya menuntaskan pertikaian bahkan membangun peradaban cinta di kedua hati.
Dan bagi seorang muslim cela orang menjadi kesempatan. Dosa seseorang menjadi tanaman gagah berbuah aneka pahala. Karena ia bisa menuai pahala sebanyak-banyaknya. Ia bisa memohonkan ampunan untuk orang yang lallim padanya. Ia bisa meminta maaf atau menawarkannya. Ia berdaya untuk membuat hati yang gelisah bersalah menjadi mendekat hangat. Karena seorang muslim memiliki senjata andalan; iman. Dengannya gejolak nafsu untuk meninggi mengerdil. Dengannya rasa ujub menjadi sirna ancai.
Lebih dari itu mengalah memberikan akibat yang lebih indah. Membalas satu kesalahan orang dengan dua kebaikan berdampak istimewa. Menjadikan dua hati yang membenci jadi mencinta. Menjadikan dua batin yang berseteru gelisah menjadi indah terikat ukhuwah.
"Sambunglah orang yang memutuskanmu, berilah makan orang yang bakhil terhadapmu, dan berilah maaf orang yang berbuat zhalim terhadapmu." (Al-Hadits)
pintal benang berkelindan
Yang selalu lebih unik adalah kelebihan.
Yang kita butuhkan selalu ada pada mereka,
Yang mereka butuhkan selalu kita punya.
Seperti pintal benang berkelindan.
Saling mencocok saling menyokong.
Yang satu ini, sahabat mulia. Sepasang bola matanya istimewa. Istimewa karena tak pernah mendurhakai Allah. Ia tertakdir buta. Jalannya terseok. Indra penglihatnya digantikan oleh kayu-kayu kering gemurun. Orang-orang tak pernah memandangnya dengan mata yang memburu tegun. Hanya sebelah saja. Kehadirannya abai. Ketiadaannya tak terasa mengganjilkan. Dipandang lemah, fakir, tak banyak daya, namun jiwanya penuh cahaya. Abyad menyemburat. Terlihat dungu namun gudang ilmu. Penampilannya kusut masai. Namun hatinya terpapak rapi. Suci. Mencahayai.
Dan yang satunya, sahabat yang menyejukkan. Matanya indah menggerling. Tatapannya sayu melembut. Wajahnya rupawan. Tubuhnya tegap elegan. Ketampanannya berbanding lurus dengan perangai diri. Kata-katanya semilir indah. Ajakannya selalu tersambut baik oleh sahutan sahabat-sahabatnya. Banyak mengundang kekaguman. Akhlaknya elok rancak. Menjadikannya mengundang banyak orang untuk tertarik. Perangainya memikat. Kehadirannya dambaan umat.
Hebatnya kedua sahabat ini sekarang bersaudara. Tepatnya dipersaudarakan. Oleh kebijakan mulia sang Nabi saw. Ditugaskan sebagai duet pendakwah yang tangguh. Mencahayai Yastrib yang kelam. Menjadi Madinah yang benderang. Yang lemah papa bertugas mendidik, menyucikan. Yang indah rupawan memikat kehadiran, memesona banyak umat. Yang satu ‘Abdullah ibn Ummi Maktum, dan yang lain Mush’ab ibn Umair.
Keduanya saling menyokong dalam memperjuangkan Islam. Kekurangan yang satu tidak mendengki pada kelebihan yang lain. Kekuatan yang satu tidak mengusik kelemahan lain yang menguncup. Mereka saling menyokong. Saling membangun. Sama-sama berbagi kelebihan diantara kelemahan yang menghambat asa.
Tugas mulia mulai membentuk mereka. Perpaduan yang apik ternyata. Mush’ab menjalankan tugasnya dengan cergas. Tidak satu-dua yang terpikat. Terbilang banyak. Bahkan petinggi-petinggi kaum terpesona pula dengan kail syiarnya. Nama sebesar Sa’d ibn Muadz takluk juga. Sa’d yang keislamannya berefek domino. Diikuti seluruh kaum. Menjadikan dakwah Islam berjaya. Bergerak trengginas. Seperti deburan ombak di ujung pesisir. Cepat dan melahap jejak-jejak kejahiliyahan.
Dan sahabatnya memiliki peran yang tidak kalah penting. Yang ini sangat terampil menjinakkan hati. Menyucikan jiwa. Bagaimana tidak, penglihatannya saja tersucikan. Ia banyak melihat dengan hati. Sehingga menyentuh jiwa, bukan perkara musykil. Hatinya seperti muara. Terhubung dengan hulu hidayah. Dan dengan mudah bisa mencabangkannya. Menjernihkan hati orang-orang yang datang padanya. Menyejukkan jiwa orang yang datang bersuci padanya.
Inilah perpaduan dalam keislaman. Kita meyakini bahwa kelemahan-kelamahan kita ibarat sebuah susunan puzzle yang tidak kita miliki. Dan hikmah, hidayah, selalu membawa kita ke tempat orang yang memilikinya. Atas izin Allah orang yang tepat selalu saja datang. Yang kita butuhkan keberadaannya selalu tiba menyertai. Menjadikan sahabat setia dalam bekerja bersama. Beramal, membuat anak tangga menuju tempat yang terdamba. Menjalin cinta, menyediakan sebuah mimbar cahaya. Di sana tempatnya. Di taman-taman surga.
Akhirnya, keberadaan kita melengkapi keberadaan yang lain. Pun sebaliknya. Lalu landasan iman membuat kita saling berpegang erat. Saling berpilin kuat. Karena kita membutuhkan saudara. Untuk berbagi ilmu, memantapkan khusyuk, menyemai bibit pahala baru. Karena dengan persaudaraan iman, kelemahan tidak menjadi hirauan. Seperti sehelai benang. Lemah. Namun ia selalu bertemu helaian yang lain. Berpintal. Berkelindan. Menjadi kain yang menghangatkan. Menjadi kuat, seperrti zirah.
pintal benang berkelindan
Yang selalu lebih unik adalah kelebihan.
Yang kita butuhkan selalu ada pada mereka,
Yang mereka butuhkan selalu kita punya.
Seperti pintal benang berkelindan.
Saling mencocok saling menyokong.
Yang satu ini, sahabat mulia. Sepasang bola matanya istimewa. Istimewa karena tak pernah mendurhakai Allah. Ia tertakdir buta. Jalannya terseok. Indra penglihatnya digantikan oleh kayu-kayu kering gemurun. Orang-orang tak pernah memandangnya dengan mata yang memburu tegun. Hanya sebelah saja. Kehadirannya abai. Ketiadaannya tak terasa mengganjilkan. Dipandang lemah, fakir, tak banyak daya, namun jiwanya penuh cahaya. Abyad menyemburat. Terlihat dungu namun gudang ilmu. Penampilannya kusut masai. Namun hatinya terpapak rapi. Suci. Mencahayai.
Dan yang satunya, sahabat yang menyejukkan. Matanya indah menggerling. Tatapannya sayu melembut. Wajahnya rupawan. Tubuhnya tegap elegan. Ketampanannya berbanding lurus dengan perangai diri. Kata-katanya semilir indah. Ajakannya selalu tersambut baik oleh sahutan sahabat-sahabatnya. Banyak mengundang kekaguman. Akhlaknya elok rancak. Menjadikannya mengundang banyak orang untuk tertarik. Perangainya memikat. Kehadirannya dambaan umat.
Hebatnya kedua sahabat ini sekarang bersaudara. Tepatnya dipersaudarakan. Oleh kebijakan mulia sang Nabi saw. Ditugaskan sebagai duet pendakwah yang tangguh. Mencahayai Yastrib yang kelam. Menjadi Madinah yang benderang. Yang lemah papa bertugas mendidik, menyucikan. Yang indah rupawan memikat kehadiran, memesona banyak umat. Yang satu ‘Abdullah ibn Ummi Maktum, dan yang lain Mush’ab ibn Umair.
Keduanya saling menyokong dalam memperjuangkan Islam. Kekurangan yang satu tidak mendengki pada kelebihan yang lain. Kekuatan yang satu tidak mengusik kelemahan lain yang menguncup. Mereka saling menyokong. Saling membangun. Sama-sama berbagi kelebihan diantara kelemahan yang menghambat asa.
Tugas mulia mulai membentuk mereka. Perpaduan yang apik ternyata. Mush’ab menjalankan tugasnya dengan cergas. Tidak satu-dua yang terpikat. Terbilang banyak. Bahkan petinggi-petinggi kaum terpesona pula dengan kail syiarnya. Nama sebesar Sa’d ibn Muadz takluk juga. Sa’d yang keislamannya berefek domino. Diikuti seluruh kaum. Menjadikan dakwah Islam berjaya. Bergerak trengginas. Seperti deburan ombak di ujung pesisir. Cepat dan melahap jejak-jejak kejahiliyahan.
Dan sahabatnya memiliki peran yang tidak kalah penting. Yang ini sangat terampil menjinakkan hati. Menyucikan jiwa. Bagaimana tidak, penglihatannya saja tersucikan. Ia banyak melihat dengan hati. Sehingga menyentuh jiwa, bukan perkara musykil. Hatinya seperti muara. Terhubung dengan hulu hidayah. Dan dengan mudah bisa mencabangkannya. Menjernihkan hati orang-orang yang datang padanya. Menyejukkan jiwa orang yang datang bersuci padanya.
Inilah perpaduan dalam keislaman. Kita meyakini bahwa kelemahan-kelamahan kita ibarat sebuah susunan puzzle yang tidak kita miliki. Dan hikmah, hidayah, selalu membawa kita ke tempat orang yang memilikinya. Atas izin Allah orang yang tepat selalu saja datang. Yang kita butuhkan keberadaannya selalu tiba menyertai. Menjadikan sahabat setia dalam bekerja bersama. Beramal, membuat anak tangga menuju tempat yang terdamba. Menjalin cinta, menyediakan sebuah mimbar cahaya. Di sana tempatnya. Di taman-taman surga.
Akhirnya, keberadaan kita melengkapi keberadaan yang lain. Pun sebaliknya. Lalu landasan iman membuat kita saling berpegang erat. Saling berpilin kuat. Karena kita membutuhkan saudara. Untuk berbagi ilmu, memantapkan khusyuk, menyemai bibit pahala baru. Karena dengan persaudaraan iman, kelemahan tidak menjadi hirauan. Seperti sehelai benang. Lemah. Namun ia selalu bertemu helaian yang lain. Berpintal. Berkelindan. Menjadi kain yang menghangatkan. Menjadi kuat, seperrti zirah.
Langganan:
Postingan (Atom)